KH. Muntaha Alh atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Mbah Munt adalah seorang Ulama’ legendaries, dan Kharismatik. Beliau dijuluki sang Maestro Al-Qur’an. Dibawah kepemimpinan Beliau inilah Al-Asy’ariyyah menumui kemajuan yang sangat pesat, dengan pertambahan santri yang menjadi ribuan dan juga pertambahan lembaga-lembaga pendidikan dibawah naungan Yayasan Al-Asy’ariyyah. Dan dengan satu karya yang sangat fenomenal yaitu : Al-Qur’an Akbar (Al-Qur’an terbesar di Dunia) yang kini disimpan di bait Al-Qur’an Taman Mini Indonesia indah (TMII).
Beliau adalah sosok ulama’ yang juga pandai berpolitik, semasa masih muda beliau pernah menjadi anggota konstituante dari fraksi NU, tetapi beliau bukanlah politisi. Garis Politik beliau adalah mengutamakan kemaslahatan umat dari pada sekedar kepentingan/ambizi pribadi. Beliau juga seorang pejuang kemerdekaan, Beliau pernah ikut pertempuran di Palagan Ambarawa sebagai Komandan BMT (Barisan Muslim Temanggung). Mbah Munt adalah seorang Ulama’ yang serius dan kreatif, sederhana, pemurah, dan seorang pribadi yang berakhlakul karimah. Orang-orang menyebutnya berhati Segara (laut), hatinya bagai samudera luas dan seperti air, setinggi apapun tempatnya air mengalir kearah dan tempat yang lebih rendah.
Dalam perjuangan memasyarakatkan Al-Qur’an, beliau mendirikan Yayasan Himpunan Penghafal Al-Qur’an dan dan pengajian Al-Qur’an. (Jama’atul Qur’an wa Diraasat Al-Qur’an atau YJHQ) yang menghimpun para Hafidz-Hafidzah se-Kabupaten Wonosobo. Beliau sering menasihati murid-muridnya untuk menghataman Al-Qur’an minimal seminggu sekali. Beliau juga penyusun Tafsir Maudlu’I yang kini berjudul Tafsir Al-Muntaha.
Beliau adalah hamba Allah dalam arti yang sebenarnya. Dalam zuhud dan taqwa beliau telah sampai pada maqam ma’rifat, keyakinan hatinya begitu tinggi sehingga seluruh hidupnya penuh dengan ketaatan kepada Allah SWT. Jiwa dan makna ma’rifat beliau berbeda sekali dari sikap hidup para zahid yang menjauhi dunia. Sebaliknya Irfan atau daya ma’rifat Mbah Muntaha adalah irfan yang positif dan dinamis, yakni penuh perhatian dan pemahaman terhadap masalah-masalah di sekitarnya. Banyak wali yang hidup zuhud dan menjauhi dunia. Tetapi Beliau adalah wali yang Zahid dan membangun dunia.
Sejak pondok pesantren dipimpin oleh Al-Maghfurllah KH. Muntaha Alh, maka berbagai langkah inovativ dan pengembangan mulai dilakukan diberbagai aspek. Sehingga jika sekarang kita melihat perkembangan pesantren ini tida lain adalah karena jasa dan perjuangan beliau. Langkah pengembangan tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Pengembangan itu antara lain dalam masa-masa awalnya, pesantren pesantren yang lebih mnegkhususkan pada pengkajian dan hafalan Al-Qur’an masih tetap dipertahankan bahkan lebih dikembangkan lagi. Sehingga dalam waktu tidak lama jumlah santripun bertambah banyak.









31/01/2012 pada 12:58
[...] zidniagus.wordpress.com/2009/11/08/kh-muntaha-al-hafidz/ Share:FacebookTwitterGoogle Bookmarks Cancel reply [...]
03/01/2012 pada 01:27
sosok yang zuhud dan tawadhu.,..kangen si mbah,.smoga seluruh amal usahanya di terima di sisi ALLOH SWT.
25/11/2011 pada 10:37
KAngen Alm. Mbah Mun…
04/08/2011 pada 07:35
sembah sungkem saya terhadap Maha Guru ku Simbah Muntaha,…Allahummangfa’ny bi barokatil al-Qur’an Simbah Muntaha yaa Allah………….
20/06/2011 pada 13:21
allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu wasaqqo sam’ahu
25/02/2011 pada 10:04
subhanalloh…….
21/10/2010 pada 15:27
SEMOGA SELURUH AMAL BELIAU DITERIMA OLEH ALLAH SWT AMIN
19/09/2010 pada 19:14
sinar cahaya ilmu dan ketaqwaan beliau
meluluh lantakkan ego dan kesombonganku…
ya Allah,
walaupun Engkau memisahkan raga kami dengan beliau
ku mohon,
jangan Kau pisahkan ruh dan ilmunya dari hati dan jiwa kami
Amin..
27/03/2011 pada 09:50
beliau adalah guru yang zuhud dan patut dicontoh, semoga amal ibadahnya diterima disisi Alloh SWT