Insiden bentrokan antara 200 jemaat Huria Batak Kristen Protestan (HKBP) dengan sembilan orang warga Bekasi 3 Syawwal 1431 H silam di Ciketing, Bekasi, menyisakan luka yang cukup dalam di benak umat Islam Indonesia. Hal itu disebabkan umat Islam lagi-lagi menjadi sasaran fitnah masyarakat nasional dan internasional sebagai pihak yang tidak menghargai kebebasan beragama dan menciptakan ketidakrukunan di antara umat beragama.Istilah “kebebasan beragama” dan “kerukunan umat beragama” pun kemudian menjadi dua kata kunci yang efektif untuk memojokkan umat Islam, khususnya mereka yang menjadi warga Bekasi. Dengan jaringan media yang luas, dan dengan analisa yang cenderung dipenuhi stigma negatif terhadap umat Islam, jadilah pembuatan opini yang tidak seimbang oleh mereka yang sensitif dengan dua kata tersebut cenderung berhasil.
Padahal pangkal masalah dari kebebasan beragama yang seolah-olah tidak menemukan solusinya di negeri berpenduduk mayoritas muslim ini terletak pada “misi” gereja itu sendiri. Misi bagi gereja selama ini sering disamakan dengan dakwah yang dipraktikkan umat Islam. Padahal keduanya sangat jauh berbeda. Misi bagi gereja bersifat memaksakan, dan kalau perlu konfrontasi, sementara dakwah dalam Islam sama sekali tidak ada sifat memaksakan, apalagi sampai harus konfrontasi. Akibatnya tidak heran jika peraturan yang telah disepakati bersama untuk menciptakan kerukunan umat beragama (baca: SKB), sering dilanggar oleh mereka dengan alasan menjalankan misi suci Kristen.
Misi dalam Kristen telah ditegaskan oleh kitab suci Kristen dalam Matius 28:19-20 yang dikenal dengan “amanat agung”: “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa muridku, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Kata “semua bangsa” merupakan terjemahan dari Bibel berbahasa Inggris: all of the nation. Akan tetapi jika dirujuk pada Bibel aslinya yang berbahasa Yunani: kata yang digunakan adalah τα εθυη (ta ethne) yang artinya “bangsa yang belum percaya kepada Tuhan” yakni Tuhan versi mereka.
Dalam Islam, ajaran yang serupa tidak akan ditemukan, karena sudah menjadi prinsip ajaran yang jelas la ikraha fid-din; tidak ada paksaan dalam agama. Atau lakum dinukum wa liya din; agama kalian terserah kalian, aku hanya peduli dengan agamaku, demikian kurang lebih penafsirannya. Semua perintah dakwah menggunakan kalimat ud’u (serulah/ajaklah) atau ta’alau (marilah). Kepada pemeluk Yahudi dan Kristen yang masih juga menolak seruan Islam, menurut QS. Ali ‘Imran [3] : 64: “Maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Artinya, cukup akui bahwa umat Islam adalah pemeluk agama wahyu (Islam), jangan diganggu dan dianiaya. Atau dalam QS. Ali ‘Imran [3] : 20 diarahkan: “Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah).” Bukan memaksa untuk memeluk Islam kepada orang yang belum beragama Islam.
Hal selanjutnya yang membedakan misi Kristen dan dakwah Islam adalah kesatuan ajarannya itu sendiri. Dalam Islam ada banyak kesatuan ajaran khususnya dalam rukun iman dan islam. Konsekuensinya, siapapun yang meyakini rukun iman dan islam adalah bersaudara, bisa beribadah berjama’ah satu masjid walaupun tidak saling kenal, sehingga tidak perlu diinterogasi dulu Kartu Anggotanya dari ormas mana. Sementara hal yang sama tidak berlaku di Kristen. Jemaat HKBP misalnya tidak bisa ikut kebaktian di gereja non HKBP, mereka harus beribadat hanya dengan jemaat HKBP lagi. Akibatnya jangan heran jika misi gereja rentan dengan pendirian gereja-gereja. Padahal di gereja-gereja yang sudah ada pun tidak pernah terceritakan jemaatnya membludak seperti halnya dalam shalat Jum’at atau shalat ‘Id yang ada di umat Islam. Walaupun komunitas mereka sedikit, mereka tidak segan-segan untuk mendirikan gereja terkait misi mereka itu.
Misi Kristen yang populer disebut “kristenisasi” atau yang belakang diubah istilahnya oleh kaum Kristiani sendiri menjadi “transformasi”, merupakan sebuah fakta yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya. Pdt. Dr. A.A. Yewangoe sendiri, Ketua Umum PGI, secara terus terang menyatakannya dalam majalah Kristen Narwastu, No.2, Agustus 2003: “Memang tidak perlu dibantah, gereja senantiasa melakukan kristenisasi sebagai mandat skriptural (kitab suci—red).” Sementara Pdt. Erastus Sabdono, M.Th., seorang Gembala Sidang Rehobot Ministry dalam majalah Kristen Spirit No.10 Thn. II, 2003, menyatakan: “Kita berubah dari manusia dunia menjadi manusia rohani. Istilah gereja memasehikan (mengkristenkan) dunia, inilah yang dimaksud dengan transformasi.”
Praktik kristenisasi itu sendiri, menurut Drs. Mowo Purwito R., Dipl. HRD, S.Th, MAR yang seorang mantan Pendeta Kristen dan kemudian menjadi muallaf ini, terdiri dari tiga gerakan: Pertama, oikos concept atau konsep gereja rumah. Kedua, cell group atau kelompok sel. Dan ketiga, sector fellowship atau persekutuan wilayah. Konsep gereja rumah adalah dengan mengadakan kebaktian di rumah-rumah. Kelompok sel adalah dengan mengadakan kegiatan kerohanian di lembaga-lembaga non gereja, semisal perusahaan, dengan pola perekrutan mirip MLM. Dan persekutuan wilayah tidak terbatas pada gereja (church organizing) saja tapi juga pada lembaga-lembaga non gereja (para-church organizing), semisal LSM, yayasan, dan lain sebagainya.
Mowo menuturkan lebih lanjut, kegiatan yang dilakukan dalam proses transformasi itu sendiri ada yang berupa café church (gereja di café/mall); conselling (konsultasi) melalui media cetak, elektronik, dan telekomunikasi; social problem solving (pemecahan masalah sosial) seperti program beasiswa (scholarship) SD s.d S3, pemulihan ekonomi, advokasi hukum & HAM, dan penyembuhan, baik yang sifatnya medis atau non-medis seperti penyembuhan lewat do’a pendeta; friendship explossion (semacam jaringan pertemanan); community development (pembangunan masyarakat) seperti bakti sosial dan pelayanan sosial; youth generation community (komunitas generasi muda) seperti adanya bimbingan belajar untuk anak-anak muda, kursus bahasa Inggris di gereja, dan lain sebagainya; gospel contextualization (kontekstualisasi bible/alkitab) dengan melakukan penerjemahan ke bahasa daerah atau bahasa Arab. Semua itu merupakan kegiatan-kegiatan yang mengandung misi dan sering diakhiri dengan kegiatan pembaptisan.
Misi seperti ini tentu akan menimbulkan reaksi dari masyarakat sekitar, tidak hanya yang beragama Islam, tapi juga yang beragama Hindu dan Budha, seperti yang sering terjadi di Bali. Reaksi yang spontan bisa menimbulkan konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat. Maka dari itu adanya peraturan berupa SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 8 dan 9/2006 tentang kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadah yang sudah disetujui oleh tokoh lintas agama seyogianya dijadikan standar untuk menilai mana sebenarnya pihak yang tidak menghargai kebebasan beragama dan kerukunan umat beragama. Kalau pihak Kristen sering mengklaim diri dikekang kebebasan beragamanya karena tidak bebas mendirikan rumah ibadah, sebenarnya hal yang sama juga dialami oleh masyarakat muslim minoritas di daerah mayoritas Kristen. Akan tetapi sepanjang SKB ditaati insiden seperti yang terjadi di Bekasi tidak mungkin terjadi.
Pelajaran dari Kasus Bekasi
Apa yang terjadi di Ciketing, Bekasi, adalah salah satu contoh yang jelas dari adanya misi dalam gereja yang dimulai dari gereja rumah. Walau dari 1 Maret 2010 rumah yang dijadikan kebaktian oleh HKBP sudah disegel oleh Pemkot Bekasi, mereka tetap ngotot untuk mengadakan kebaktian di sana. Akibatnya, pada 20 Juni 2010 rumah di Jl. Puyuh No. 14 tersebut kembali disegel oleh Pemkot Bekasi. Pada tanggal 11 Juli 2010 jemaat HKBP kemudian beralih melakukan kebaktian di sebuah tanah lapang di Ciketing Asem, 3 km dari rumah kebaktian yang sudah disegel. Saat menuju ke tanah lapang, jemaah HKBP melakukan konvoi dari Jl. Puyuh ke tempat kebaktian yang juga belum mendapatkan izin sesuai SKB.
Pada 12 September 2010, terjadi bentrok antara sembilan warga dengan 200 jemaat HKBP yang sedang konvoi. Akibatnya dua pengurus HKBP Pondok Timur Indah tertusuk di perut bagian atas. Sembilan warga lainnya terluka, lebam, patah tangan, dan tertusuk. Menurut informasi dari kedua pihak pada saat insiden terjadi, kedua belah pihak membawa senjata tajam, bahkan sampai ada yang membawa senjata api. Pada 16 September 2010, Pemkot Bekasi kemudian mengeluarkan larangan menyelenggarakan kebaktian di lapangan Ciketing dengan alasan mengganggu ketertiban umum, dan kemudian menyewakan sebuah gedung eks Pemuda Pancasila untuk jemaat HKBP. Akan tetapi pada 19 September 2010 mereka malah kembali menggelar kebaktian di rumah Jl. Puyuh yang sudah sejak awal disegel.
Apa yang terjadi di Bekasi tersebut setidaknya harus menjadi ‘ibrah bagi umat Islam semuanya, khususnya yang ada di Indonesia, untuk senantiasa waspada dengan misi gereja Kristen. Sebab bagi masyarakat Kristiani, mengkristenkan umat Islam secara paksa, walau harus dengan konfrontasi, wajib dilakukan sebagai pemenuhan titah amanat agung. Umat Islam sudah seyogianya mengedepankan budaya dialog dengan menggunakan dasar SKB untuk menghadapi mereka, bukan dengan sikap konfrontasi yang akan selalu berujung pada insiden. (http://pemikiranislam.net/)
Wal-’Llahu a’lam.









14/11/2011 pada 00:29
Saya muslim, orang flores dan tinggal di flores. lulusan perguruan tinggi negeri di jawa 8 tahun lalu. setelah itu saya kembali menetap dan bekerja di flores. setiap minggu saya selalu masuk gereja karena pekerjaan saya selalu berhubungan dengan gereja. hal ini sudah menjadi rutinitas saya sampai sekarang setelah saya kembali dari jawa 8 tahun lalu. sebagian besar gereja di tempat tinggal saya sudah saya masuki dan bukan sekedar masuk, tetapi harus mengikuti prosesi misa dari awal sampai akhir karena memang itu bagian dari pekerjaan saya. saya selalu menyimak setiap kotbah dan bacaan. ribuan kotbah sudah saya dengar tapi selalu saja setiap kali setelah itu, keyakinan dan keimanan saya terhadap islam semakin tebal. banyak hal tidak logis yang saya dengar, tapi satu yang saya percaya bahwa tuhan pastilah logis bahkan maha logis.
13/11/2011 pada 23:33
buat dewi….anda kan belum islam, jadi, bisa jadi anda belum tahu bahwa setan pernah bersumpah untuk selalu menggoda manusia sampai hari akhir nanti, makanya yang namanya maksiat dan kejahatan pasti selalu ada disetiap kehidupan manusia, dimana pun. Dewi, bukan tanah arabnya yang suci, tapi Mekkah. Mekkah cuma sebagian kecil dari tanah arab secara keseluruhan.
Dewi, anda tidak perlu masuk islam kalau syarat seperti itu yang anda pakai. tapi perlu anda ketahui, apapun konsepnya, tidak ada keselamatan selain islam. masuklah islam demi keselamatan anda dunia akhirat, tentunya anda tidak otomatis menjadi calon penghuni surga setalah anda islam nanti, tergantung bagaimana anda menjadi seorang islam. toh orang islam pun tetap berdosa jika salah. di flores sini, gereja bertebaran dimana mana, sekolah calon imam katolik juga banyak, tapi toh tetap saja maksiat dan kejahatan selalu saja ada. Beberapa waktu lalu di koran lokal sini memuat artikel dari seorang pendeta mantan ketua sinode untuk wilayah propinsi NTT, dalam artikelnya dia mengungkapkan salutnya terhadap seorang tokoh islam lokal yang memutuskan untuk menunda rencana pembangunan mesjid raya di salah satu kota di NTT dengan alasan demi menghindari konflik. kata pendeta itu kurang lebihnya, ternyata diluar kekristenan masih ada yang peduli dengan damai. tidak berselang lama setelah artikelnya di koran, terjadi peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh oknum pendeta terhadap istrinya sendiri yang juga pendeta. kekerasan ini berbuntut pada konflik antara 2 kelompok massa dan meluas menjadi perang antar kampung dengan memakan korban jiwa. kekerasan ini terjadi di daerah basis kristen. semoga penjelasan saya bisa mendapat perhatian dari saudari Dewi. tambahan lagi, ibu saya sudah meninggal tahun lalu dalam damai dan muslim tanpa pernah menjadi TKI. ekonomi keluarga kami baik sehingga anggota keluarga kami tidak perlu repot2 menjadi TKI. Semoga wakil2 kita di DPR bisa lebih peka terhadap nasib saudara2 kita yang kurang baik di negara lain. anda pernah ikut pemilu legislatif kan? saya pikir itu salah satu hal yang pernah kita buat. SALAM DAMAI.
19/10/2011 pada 15:06
beta kurang setuju, lu lihat apa yang terjadi diarab saling bunuh sesama saudara (Libya), membom sesama saudara (Irak, Afganisthan) perkosa sesama saudara, tetangga lu yang jadi TKI diarab diperkosa,apakah ini kemenangan islam? Sodara pikirlah baik2
13/11/2011 pada 23:36
buat dewi….anda kan belum islam, jadi, bisa jadi anda belum tahu bahwa setan pernah bersumpah untuk selalu menggoda manusia sampai hari akhir nanti, makanya yang namanya maksiat dan kejahatan pasti selalu ada disetiap kehidupan manusia, dimana pun. Dewi, bukan tanah arabnya yang suci, tapi Mekkah. Mekkah cuma sebagian kecil dari tanah arab secara keseluruhan.
Dewi, anda tidak perlu masuk islam kalau syarat seperti itu yang anda pakai. tapi perlu anda ketahui, apapun konsepnya, tidak ada keselamatan selain islam. masuklah islam demi keselamatan anda dunia akhirat, tentunya anda tidak otomatis menjadi calon penghuni surga setalah anda islam nanti, tergantung bagaimana anda menjadi seorang islam. toh orang islam pun tetap berdosa jika salah. di flores sini, gereja bertebaran dimana mana, sekolah calon imam katolik juga banyak, tapi toh tetap saja maksiat dan kejahatan selalu saja ada. Beberapa waktu lalu di koran lokal sini memuat artikel dari seorang pendeta mantan ketua sinode untuk wilayah propinsi NTT, dalam artikelnya dia mengungkapkan salutnya terhadap seorang tokoh islam lokal yang memutuskan untuk menunda rencana pembangunan mesjid raya di salah satu kota di NTT dengan alasan demi menghindari konflik. kata pendeta itu kurang lebihnya, ternyata diluar kekristenan masih ada yang peduli dengan damai. tidak berselang lama setelah artikelnya di koran, terjadi peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh oknum pendeta terhadap istrinya sendiri yang juga pendeta. kekerasan ini berbuntut pada konflik antara 2 kelompok massa dan meluas menjadi perang antar kampung dengan memakan korban jiwa. kekerasan ini terjadi di daerah basis kristen. semoga penjelasan saya bisa mendapat perhatian dari saudari Dewi. tambahan lagi, ibu saya sudah meninggal tahun lalu dalam damai dan muslim tanpa pernah menjadi TKI. ekonomi keluarga kami baik sehingga anggota keluarga kami tidak perlu repot2 menjadi TKI. Semoga wakil2 kita di DPR bisa lebih peka terhadap nasib saudara2 kita yang kurang baik di negara lain. anda pernah ikut pemilu legislatif kan? saya pikir itu salah satu hal yang pernah kita buat. SALAM DAMAI.
08/09/2011 pada 16:32
ssaya menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku ..
02/09/2011 pada 03:24
daripada panjang lebar
simpel saja.
dilihat dari 5 agama besar mengajarkan untuk berdakwah/syiar/menyebarkan agama masing-masing. itu sesuatu yang wajar. tapi tentunya tidak dengan ngawur dan merusak. sebaiknya lihat fakta daripada mempercayai tulisan yang menyesatkan
02/09/2011 pada 03:15
untuk yang posting artikel ini, jangan menelan mentah2 apa yang kamu dengar. pikirkan dan cari kebenarannya. Niat beribadah kok dilarang? lagipula kapan ayat itu dijadikan dalil untuk pemaksaan suatu keyakinan. agama itu masalah pribadi. Keberadaan umat kristen sangat tidak sebanding dengan umat muslim di negara ini. masih sempat2nya aja untuk menuduh dan merusak. apa salah ada penyembuhan penyakit? toh yg datang juga umat kristiani dan mereka rata2 sembuh total, minimal semakin membaik. untuk beasiswa, selagi yang memberi beasiswa dibawah naungan yayasan kristen ya sah2 saja karena universitas mereka sendiri. banyak sekali mahasiswa/i muslim yang menimba ilmu di universitas kristen maupun katolik. dan mereka lulus dengan masih memeluk muslim. ini fakta bukan bualan. lebih banyak lagi di tingkat SD SMP dan SMA beryayasan kristen dan katolik. mereka tetap muslim sejati. memakai jilbab di izinkan, awal puasa diberi libur, saat puasa jam belajar dikurangi, buka bersama sangat boleh diselenggarakan untuk murid2 muslim. sangat toleran . murid dan mahasiswa muslim menimba ilmu di sekolah/univ berbasis kristen bukan karena ditemui, dibujuk, dihipnotis oleh tim2 pengkristen, itu hanya khayalan tingkat tinggi. banyak alasan mereka masuk diatnaranya karena kualitas pendidikan yang baik, karena penuhnya kuota sekolah2 negeri. dan masih banyak lagi alasan2 positif lain. sekarang musimnya profokator2, pemecah belah umat beragama ditandai dengan penyebaran artikel2 sesat di dunia maya. membuat tokoh2 fiktif seolah2 bersaksi atas kebiadaban agama sebelumnya, justru semakin terlihat kebohongan dari kata2 landasan iman yang dibuat oleh si pengarang. lalu siapakah yang terkesan memaksa? kalau fakta dan fitnah sudah terkontaminasi. mungkin hanya segelintir orang yang salah, tapi dibesarkan2 dan dikobarkan.
28/04/2011 pada 10:28
yg maksa dengan kekrasan ya situ tuh menjadi umat islam
11/04/2011 pada 11:43
Sejarah masa lalu memang mendatangkan luka yang masih terasa perih sampai sekarang. G perlu diungkit-ungkit lagi. Mari hidup dalam semangat kebersamaan dan rekosiliasi.
16/03/2011 pada 13:09
deaR PENULIS
AKU DI INFO teman ada tulisan ini , apa benar ya
buat bahan renungan saja
by ali5196 » Tue Mar 20, 2007 6:38 am
http://galliawatch.blogspot.com/search/label/Islam
Wednesday, November 29, 2006
The Last Christians In Turkey
If there is to be one last Christian he might be the one: François Yakan, patriarch of the tiny Assyrian-Chaldean community who works in the Beyoglu quarter of Istanbul in a building that was nearly destroyed by an Islamist suicide bomber attacking the Consulate of Great Britain in 2003.
Many of his flock fled to France, the “eldest daughter of the Church” during the ’80′s when violence broke out in southeast Anatolia between the Turkish army and the Kurdish rebels. “It is dangerous to be neutral in a war. Thousands of Christian Assyrians did not know where to find refuge, so they gathered in the city of Diyarbakir, then Istanbul and finally Western Europe. There are only 3 families left in Diyarbakir. It’s all over for the Christians! A pity!” The number of Christian Assyrians in Turkey is down to 627 from 12,000 in 1980.
He is the only Turkish priest of this branch of the Orthodox churches and he evokes a glorious past, the missionary zeal along the Silk Road of the first Christians on their way to China.
His patriarch, Emmanuel III Dely, lives barricaded in Bagdad. With Iraq ablaze and awash in blood, 3800 Christian Iraqis have come to istanbul to escape the death that stalks them on the streets of Basora, Mosul and Bagdad. Sunday morning they attend Mass in Aramaic, the language of Christ, in the Saint-Antoine church, the last Latin church built by the Franciscans before the fall of the Ottoman Empire.
The battle is far from over because Muslim fundamentalism and especially Turkish nationalism are impediments to the required respect for religious minorities. Guenadios, bishop of Sasima, does not have a work permit. He is considered as a “tourist”. And Ankara refuses to grant the patriarch his title, by virtue of the 1923 Treaty of Lausanne.
Bartholomew I is requesting a special international church law to confront the problem of his dwindling flock, and to reopen, with the assistance of competent non-Turkish clergy, the theology school of Halki that was closed in 1971. This seminary on an island in the Sea of Marmara is an oasis of calm, covered with pine forests and Art Nouveau-style houses. The Orthodox Greeks are staking their survival on this charming site. In ten years, the older bishops will be gone and there won’t be any local priests left.
According to one Orthodox intellectual: “relations are easier with the Islamists than with the nationalist groups. This is the case in Cappadocia where there are sacred Orthodox sites. There it is the Loups Gris (Grey Wolves) of the extreme-right who go after Christians, not the PJD (Party of Justice and Development).
Le Fener (a district of Istanbul) on the Bosphorus is protected by an old wall on the south bank. Its other walls are covered with barbed wire. A century ago the inhabitants of Le Fener were mainly Christian and spoke Armenian, Greek, Ladino (a Judeo-Spanish language), and Turkish. The area was the fief of Greek dignitaries, then of less wealthy Greeks, and today it is inhabited by wretched Anatolian peasants who came from villages of the interior.
The Greeks of Istanbul had been victims of ethnic and religious separation but had still managed to escape the population exchanges of 1924 when 1.3 million people were displaced between Greece and Turkey. They gave up, however after the pogrom of 1955 – Istanbul’s Cristallnacht. In that year a hate-filled crowd tore into the Greek and Jewish ghettoes. The wealthy businessmen went into exile followed, in 1974, by everyone else, when the Cypriot crisis broke out. The “Rums” – Turks of Greek origin now number 3000.
Bartholomew I, patriarch of Constantinople, maintains complex relations marked by mistrust with his Latin Catholic rivals: “One must understand that we have come far. Things began to move with the Vatican II Council. When I arrived in Turkey in 1970, the Catholics and the Orthodox had just begun to speak to one another after centuries of anathema,” recalls Monsignor Louis Pelâtre, the Vatican’s representative in Istanbul.
In Turkey, the Pope’s recent remarks on the violence of Islam caused irritation. The remarks were seen as an attack on the Eastern Christians who must face Islam on a daily basis. They revived the fear of being condemned to become a people without a land. The Assyrian-Chaldean François Yakan adds however: “The virulence of the Muslim reaction would seem to prove him (Benedict) right. And after all, the Pope is free to express his own opinion.”
The Christian Armenians also have problems with the West, but unlike the Armenians of Europe they are not demanding Turkey recognize the genocide as a requirement for admission into the EU. Luiz Bakar, spokesman for the Armenian patriarch, states: “For us the most important problem – the recognition of our foundations – has been solved. Since 2002 we have been permitted to manage our real estate and to finance our schools.” There are 80,000 Christian (Armenians) in Turkey. Over a million Armenians were massacred and deported in 1915. The coups of 1971 and 1980 triggered new departures. “A rebirth of democracy and well-being would induce the Turks of Armenian origin to stay home,” says Luiz Bakar.
This year Luiz Bakar will celebrate Christmas and the epiphany on June 6, a short while after the Orthodox Easter. In the interim non-Muslim Turkish citizens will continue to demand that they not be treated as foreigners in their own country.
JAMAN PRA-ISLAM TURKI
Tidak banyak orang tahu ttg perjuangan berdarah kaum Turki melawan Islam selama 300 tahun, dari 650 – 1050. Bentrokan pertama adalah ketika Muslim berupaya mendobrak kawasan Persia dgn mencapai perbatasan kerajaan Sassanid di Khorasan, di dekat Asia Tengah. Disitulah tempat hidupnya kaum Turki selama berabad2.
Oleh Persia jaman Zoroaster, mereka disebut sbg Turanian. Kaum Turki dikatakan sbg perkumpulan beberapa ras yg bersatu karena persamaan bahasa. Kelompok Hun, Bulgar, Ughir, Seljuk, Qarluq adalah beberapa macam ras yg tergabung dlm satu bangsa Turki. Kini pihak Hun dan Bulgar beragama Kristen dan selebihnya beragama Islam. Tapi sebelum memeluk Islam, pada abad ke 3 dan 4, kaum Turki menyerang kerajaan Romawi, kerajaan Sassanid dan Achemenia Persia dan juga menginvasi India. Mereka memang bangsa yg suka perang, tidak mudah ditundukkan dan bergaya hidup nomad. Mereka alot dan kuat dan memiliki darah Caucasia (orang putih) dan Mongol.
Khan adalah sebutan khas keluarga kerajaan Turki dan sekarang secara tidak sadar dianggap sbg nama Muslim. Tapi Genghis Khan dan Hulagu Khan BUKAN Muslim, mereka non-Muslim yg sebenarnya musuh bebuyutan Muslim. Mereka menghancurkan kawasan Islam yg luas di abad ke 13, sampai keturunan mereka akhirnya dikalahkan dan dipaksa memeluk Islam. Oleh karena itulah sekarang kita menganggap Khan sebuah nama Muslim, padahal asalnya adalah dari kaum Turki dan Mughal (Mongol).
Kekalahan kerajaan Sassanid Persia ditangan Muslim membawa celaka bagi Turki; ini membuka kesempatan bagi Jihadi utk menyerang kaum Turki di Asia Tengah.
—– masih panjang——-
Last edited by ali5196 on Sun Nov 04, 2007 7:49 pm, edited 2 times in total. ali5196
Translator
Posts: 14051
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm Top
——————————————————————————–
by ali5196 » Thu May 18, 2006 1:48 am
Pembantaian oleh Khalifah Turki terhdp Bizantin, Yunani & Balkan
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=1032
BLACK TUESDAY: 29 Mei 1453
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … 1438#31438
Last edited by ali5196 on Sun Nov 04, 2007 8:17 pm, edited 1 time in total. ali5196
Translator
Posts: 14051
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm Top
——————————————————————————–
by ali5196 » Wed Oct 25, 2006 8:11 pm
http://www.greece.org/genocide/quotes/index.html
GENOCIDE BANGSA YUNANI (The Hellenic Genocide)
Kutipan dari dokumen dan foto2 sejarah.
JUTAAN orang Yunani mengalami siksaan, pembantaian dan ethnic cleansing secara sistimatis oleh Turki di Asia Minor, Konstantinopel (yg disebut Istanbul oleh orang Turki), Thrace Timur, Imvros, Tenedos, Macedonia, Cappadocia dan Pontos antara th 1890-an sampai akhir 1950-an
Pembantaian masal Turki terhdp penduduk sipil Yunani
[Lihat : http://www.agiasofia.com/pontos/pontos.html ]
JUTAAN ANAK2, lelaki dan wanita diusir dari rumah mereka hanya karena mereka bangsa Yunani. Pada saat bersamaan, juga berlangsung pembantaian terhdp jutaan orang Armenia dan Assyria dari segala umur.
Dosa mereka ? Karena mereka tinggal di daerah tempat peninggalan nenek moyang mereka selama ribuan tahun sebelum invasi oleh Turki. Dgn kekejaman yg tidak terbayangkan, mereka melaksanakan rencana mereka yg dinamakan “Turki bagi bangsa Turki.”
Kebijakan eksterminasi bangsa Yunani ini dilakukan terhdp penduduk pulau Chios, thn 1822, persis 100 tahun sebelum tentara Turki menghancurkan kota Bizantin, Smyrna.
Genocide yg paling dikenal, Holocaust, yg dilakukan Nazi Jerman (dgn dukungan Turki), tidak mungkin terjadi kalau Genocide oleh Turki (dgn bantuan Nazi Jerman) sudah diakui. Kami tidak dapat mengerti sepenuhnya alasan dibelakang Holocaust tanpa sebelumnya mengerti genocide2 yg terjadi sebelumnya.
http://www.greece.org/genocide/quotes/q … -yps6.html
Konstantinopel-Penghancuran gereja. Foto 9 dari 44.
Bagian 3 : Jihad vs Bizantin/Turki/Yunani 634-abad 20
by ali5196 » Wed May 17, 2006 5:11 pm
http://www.historyofjihad.org/byzantine.html
Sementara Persia kalah dan di-Islamisasi, Muslim melanjutkan perhatian ke tetangga Persia: kaum Kristen Bizantin (634-1453).
Pertempuran Heiromyak (Al Yarmuk)
Pada pertempuran di sungai Yarmuk antara Arab dan Bizantin, Arab kalah dlm bagian perang pd tahap pertama. Saat kemenangan hampir dekat bagi pihak Bizantin, Arab berganti taktik dan memanfaatkan kontingen wanita yg spt kesurupan menyerang pasukan Bizantin sambil berteriak2 histeris dan meng-ululu … Karena tidak terbiasa menghadapi musuh wanita, tentara Bizantin bingung, apalagi saat jendral mereka memerintahkan agar pasukan tidak menyerang wanita dan sebaiknya mengundurkan diri.
Ketika Muslim melihat bahwa taktik ini berhasil, mereka mengirimkan tentara Arab yg mengenakan pakaian wanita agar menyerang Bizantin. Salah seorang jendral Arab, Khalid-ibn-Walid, juga berpura2 sbg wanita, mendekati dan menyerang sang Jendral Bizantin, Harbis, mematahkan tulang rusuknya dan membunuhnya. Dgn matinya jendral mereka, tentara Bizantin kehilangan pemimpin dan perang mulai dimenangkan pihak Arab. Inilah caranya mereka memenangkan perang Yarmuk.
Pertempuran Caesarea, Babylon (kota Bizantin Mesir) dan Alexandria
Taktik lain yg digunakan tentara2 Allah adalah dgn menyuap para penyapu jalan. Merkea itu memberitahu Muslim dimana letak saluran2 bawah tanah agar bisa dimasuki di malam hari, buka pagar dan menyerang kota itu. Taktik ini digunakan di Babylon (kota Bizantin Mesir, bukan di Mesopotamia). Kota dgn tembok2 setinggi 10 meter dgn menara2 tinggi yg sempat bertahan selama lebih dari 8 bulan, akhirnya diinfiltrasi Muslim secara licik dan berakhir dgn pembantaian setiap penduduknya, sampai tidak lagi ada yg tersisa.
Taktik pengikut Allah ini juga diterapkan di Caesarea, kota sibuk dgn lebih dari 300 jalanan sibuk. Kota ini merupakan kota pelabuhan, jadi serangan tidak bisa dilakukan dari bagian laut yg menghadap kota itu. Lagi2 pihak Arab menyuap para tukang sapu dan meng-infiltrasi lewat got2 kota itu. Ini menunjukkan bahwa Arab Muslim menghalalkan segala cara, termasuk merendahkan derajad mereka sedemikian rupa, demi kemenangan yg dibantu Allah.
Begitu pasukan Muslim menyerang kota Caesarea, mereka tidak hanya membantai semua tentara, tetapi memenggali kepala mereka, dan utk menakut2i kaum wanita, mereka membelah dada tentara, mencabut jantung dan segala isi tubuh mereka yg kemudian dipertontonkan di jalanan.
Kebiadaban ini begitu membekas di ingatan kaum Bizantin Kristen selama berabad2. Saat perang salib membalas invasi Muslim pada abad 11 (1096-1291M), para crusader membalas kekejaman Muslim dgn membakar tubuh tawanan dan bak kambing guling memakan daging Muslim saat tentara kekurangan suplai makanan.
Bagaimana Kristen Bizantin bertahan selama 8 abad sementara Zoroastrian Persia jatuh di tangan Muslim dlm 17 tahun
Arab menyerang Konstantinopel dua kali, pd th 674 dan 717, namun kota itu berhasil dipertahankan dgn senjata baru bernama Greek Fire, Api Yunani. Ini adalah cairan panas yg mengakibatkan luka2 bakar menyakitkan bagi mereka yg dijadikan sasaran. Ini sama dng senjata napalm jaman sekarang. Pihak Bizantin menggunakan senjata ini melawan invasi Arab pd thn 674-678 dan 717-718. Pihak Arab mencoba keras utk mempelajari rahasia Api Yunani itu tetapi tidak berhasil. Karena senjata ini, lebih dari 300.000 Arab yg menyerang Konstantinopel, hanya 20.000 yg kembali. Yang lainnya tewas akibat Api Yunani.
Dgn Greek Fire, Konstantinopel Menyelamatkan Peradaban Barat dari Islam
viewtopic.php?f=38&t=28813
Bizantin juga berhasil membendung serangan Muslim di Cilicia di Turki Tenggara. Muslim2 Arab akhirnya memutuskan utk mengambil rute laut dan menyerang pulau Rhodes dan menghancurkan patung raksasa Rhodes (patung yg didirikan orang Yunani jaman dulu). Masih ingat Taleban menghancurkan patung Budha Bameyan ? Persis sama kejadiannya !
Tongkat Jihad di-oper ke kaum Turki Seljuk
Jihad Arab kemudian patah semangat ketika pd thn 732 km di Poiters (Perancis) mereka dikalahkan kaum Franks. Serangan Arab berhenti pada pertengahan abad ke 8, ketika sesama kalif saling cekcok karena perbedaan shia-sunni.
Jihad kemudian dimulai lagi pada abad ke 11 dgn diserahkannya baton jihad kpd bangsa Turki Seljuk. Mereka menganut kepercayaan animisme dgn campuran Zoroastrian sebelum di-Islamisasi oleh Persia (yg juga di-Islamisasi) antara thn 651 dan 751.
Ketika orang Persia yg di-Islamisasi itu menyerang Turki, muncullah nama seorang pendekar bernama Abu Muslim. Ia lahir dari orang tua Zoroastrian dan ia berpura2 memeluk Islam karena ingin balas dendam terhdp penjajah Muslim di Persia. Selain pura2 sbg muslim, ia juga menyerang bangsa non-Muslim Turki dan malah memaksa mereka memeluk Islam. Langkah berikutnya adalah melakukan kudeta terhdp kalifah Abbasid di Baghdad. Tetapi ia difitnah oleh teman2 terdekatnya dan sang kalif memberi perintah agar ia disiksa sampai mati. Begitulah mental berdarah Islam yg ditularkannya kpd rakyat2 yg dipaksa masuk Islam, dari Arab ke Persia, ke Turki dan lalu ke Bizantin.
Pertempuran Manzikert antara Bizantin dan Turki Seljuk
Pemeluk baru Islam ini mencampurkan keberingasan alami mereka dgn fanatisme Islam. Terbentuklah kombinasi maut. Kalau Arab gagal merebut Konstantinopel dgn mendobrak pagar Cilicia, kaum Turki Seljuk dgn pelan tapi pasti meng-korosi pinggir2 utara Bizantin di Armenia. Disana mereka memporakporandakan penduduk Kristen Armenia. Tirani berdarah Turki terhdp Armenia terulang kembali dlm abad berikutnya dan Turki tidak henti2nya menikmati pembantaian masal penduduk sipil Kristen Armenia.
LIHAT JUGA: Bagian 10 : Jihad vs Armenia (Assyria) 1071M
viewtopic.php?f=102&t=2681&p=445998#p445998
Kawasan Caucasus (atau Kavkaz) ini bertubi2 menjadi garis depan tempat berlangsungnya bentrokan peradaban sejak saat itu sampai sekarang. Beslan di Russia bagian Ossetia, dimana anak2 sekolah dibantai teroris Muslim, tidak jauh dari Manzikert, tempat utama bentrokan antara Muslim-Kristen di thn 1071.
Ingat pembantaian & pemerkosaan terhdp anak2 sekolah di Beslan oleh teroris Muslim Chechnya ? 1200 anak2 dan staf sekolah disandera selama 3 hari. 334 orang tewas, termasuk anak2.
http://shock.military.com/Shock/videos. … 637&page=1
Kaisar Bizantin ketika itu adalah Romanus IV Diogenes. Ia menduduki tahta thn 1068. Spt biasanya, terdpt banyak komplotan kekuasaan di Bizantin. Ini semakin nampak karena selama 400 tahun dari 640-1068, kaum Bizantin memperkuat angkatan bersenjata mereka dgn menyewa tentara2 bayaran dari kaum Franks, Ostrogoths, Visigoths, Bulgar, Avar dan masyarakat2 Kristen lainnya ditambah dgn kaum Latin yg selalu merupakan lobby kuat di Konstantinopel. Tentara2 bayaran ini digunakan utk menangani serangan Arab, tetapi dlm masa damai mereka menjadi lobby2 kuat dlm politik dalam negeri Bizantin. Utk menjaga keseimbangan politik, beberapa raja daerah bagian Bizantin mencakupkan dlm kontingen mereka tentara cadangan berupa ORANG2 SELJUK TURKI yg NOTABENE MUSLIM (!!!) (guooblog banget si raja Bizantin !). Keputusan ini terbukti membawa celaka kpd Bizantin di Manzikert. (raja kok otaknya memble !)
Romanus membagi pasukannya menjadi dua. Ia memimpin yang satu dan yang lainnya dipimpin oleh Joseph Tarchaniotes, orang keturunan Turki (!!) yg secara rahasia memeluk Islam, kepercayaan yg dianut kebanyakan rakyatnya – kaum Seljuk Turki. Tarchaniotes mengkomando kontingen tentara bayaran terbesar, kaum Cuman Turki. Romanus merebut kembali kota2 yg dijajah kaum Seljuk Turki yg akhirnya berpuncak kpd Pertempuran Manzikert.
Jendral tentara pihak musuh (pihak Seljuk Turki) adalah Alp Arslan yg bermarkas di dekat Manzikert. Romanus menunggu jendralnya (Si Joseph yg Turki dan Muslim itu) utk menyerang markas Turki milik Alp Arslan itu. Tapi sang jendral Bizantin itu membelot ke pihak musuh bersama dng kontingennya. Spt juga pembelotan tentara Persia pada Pertempuran Qadissiyah antara Sassanid dng Arab Muslim, ini sekali lagi membuktikan bahwa tentara Muslim TIDAK PERNAH AKAN SETIA PADA ATASAN NON-MUSLIM !
Amerika, Inggris, dsb PERHATIKAN INI !!! JANGAN PERCAYA MUSLIM !!
Dan kemenangan Muslim lagi2 dicapai dgn kecurangan:
Saat matahari terbenam, kedua pasukan menarik diri setelah seharian bertempur. Pihak Turki membunyikan trompet mereka, menandakan pengakhiran sementara pertempuran. Namun etika pertempuran ini tidak diperhatikan Turki. Saat tentara Bizantin mengundurkan diri ke markas mereka utk beristirahat, Turki menyerang mereka. Dan sebelum lonceng menandakan pk 12 malam, Romanus sudah menjadi tawanan Alp Arslan.
Jendral Turki ini berjanji utk melepaskan sang raja itu jika ia mengembalikan kpd Turki tanah2 Bizantin yg direbut Turki. Sang raja tidak memiliki pilihan lain dan terpaksa menarik tentaranya dari seluruh kawasan Anatolia sampai Konstantinopel. Ia hanya meminta agar Alp Arslan berjanji bahwa pihak Seljuk Turki tidak akan mengganggu penduduk sipil Bizantin. Romanus-pun kembali ke Konstantinopel sambil yakin bahwa Alp Arslan tidak akan mengancam perbatasan timur kekuasaannya.
Perjanjian antara Alp Arslan dgn Romanus ini menjadikan tanah Bizantin, Anatolia, sbg wilayah Turki yg kemudian dikenal sbg Turkestan (tanah orang Turki) atau Turki.
Karena tidak lagi menghadapi tantangan akan infiltrasinya kedalam Anatolia yg Kristen, dalam beberapa dekade mereka berhasil merebut kekuasaan Anatolia dari Bizantin, dan mendekati Konstantinopel dari selat Bosporus. Merekalah yg sekarang berkuasa atas rute para peziarah Kristen lewat Anatolia ke Tanah Suci. Dan bisa ditebak, mulai lagi cerita2 teror Turki terhdp para peziarah Kristen. Berita ini sampai ke raja2 Eropa, bersama dgn permintaan bantuan para raja Bizantin dan mulailah perjuangan Kristen merebut kembali Bizantin dan Tanah Suci dari penjajah Muslim. Inilah asal mula Perang Salib yg dimulai pada thn 1096 (dan berlanjut sampai 1291). Secara tidak langsung ini merupakan akibat Pertempuran Manzikert th 1071.
Pelajaran dari Pertempuran Manzikert dan jatuhnya Konstantinopel (1453)
Kristen berhasil merebut kembali Antioch, Damascus, Jerusalem, Bethlehem, Nazareth dari tangan Muslim dan menyerahkannya kpd pemilik asli, Bizantin. Tapi kemudian di thn 1184, para Salibi dikalahkan oleh orang Kurdi dan sekutu Turki bernama Saladin. Tetapi para Salibi masih bertahan sampai Konstantinopel pd th 1291 sampai pertengahan abad 14 dimana Turki dibawah dinasti Ottoman secara bertahap mendorong mundur Salibi. Serangan Muslin terhdp Bizantin berikutnya terhp Konstantinopel terjadi th 1350 dan kemudian pd thn 1453, saat Turki merebut Konstantinopel dan mengakhiri kerajaan Bizantin. Sampai sekarang. Ternyata setanpun bisa menang.
The Sack of Constantinople
http://www.youtube.com/watch?v=rEwEfZOb9Zc
——————–
Cara Islam Memperlakukan Tahanan Perang
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … 621#222621
Baik periwayah Turki dan Kristen mendetilkan bukti2 mendetil ttg pembantaian dan perajahan besar2an terhdp kaum non-combatant (penduduk sipil) setelah kaum Turki Ottoman menjarah Konstantinopel th 1453.
Pertama dari sumber2 Turki:
“Sultan Mehmed, utk menunjukkan niatnya yg kuat bagi Allah mengeluarkan perintah agar kota itu dirajah/dirampok. Dari semua arah, mereka (para gazi) berdatangan dgn nafsu kekerasan dan bergabung dgn tentara. Mereka memasuki kota, membiarkan kafir merasakan tajamnya pedang dan … mereka merampoki dan merajah se-isi kota, menangkap para pemuda dan perawan, termasuk harta benda mereka atau apapun yg ada pada mereka … [Urudj]
Vryonis, S. Jr., A Critical Analysis of Stanford J. Shaw’s, “History of the Ottoman Empire and Modern Turkey. Volume 1. Empire of the Gazis: The Rise and Decline of the Ottoman Empire, 1280-1808″, off print from Balkan Studies, Vol. 24, 1983, pp. 57-60,62,68.
“Para gazi memasuki kota, memotong kepala raja, menangkap Kyr Loukas dan keluarganya … dan mereka membantai rakyat biasa … Mereka merantai keluarga2 dan menaruh cincin besi di leher2 mereka.” [Neshri]
Dan Vryonis menulis isi surat2 yg dikirim Sultan Mehmed sendiri kpd penguasa2 Muslim lainnya di Timur Tengah :
“Dlm suratnya kpd sultan Mesir, Mehmed menulis bahwa tentaranya membunuhi banyak penduduk kota, memperbudak banyak orang lain dan merajah se-isi kekayaan kota … Kepada kepala polisi Mekah ia menulis bahw mereka membunuh penguasa Kosntantinopel, mereka membunuh penduduk ‘penyembah berhala’ dan menghancurkan rumah2 mereka. Tentara2 menghancurkan salib2, dan merampok seluruh kekayaan dan harta benda serta memperbudak anak2 dan pemuda2 mereka. ‘Mereka membersihkan tempat2 itu dari kekotoran biarawan2 dan kenajisan Kristen’…
Dlm surat kpd Cihan Shah Mirza dari Iran ia menulis bahwa penduduk Konstantinopel menjadi mangsa pedang dan panah para gazi; mereka menjarah anak2, harta benda dan rumah2; bahwa lelaki dan wanita yg selamat dari pembantaian diikat dgn rantai.” Vryonis, S. Jr., A Critical Analysis, p. 59.
Sumber2 Kristen mencakup narasi Ducas yg mengumpulkan saksi mata dan mengunjungi Konstantinopel setelah penjajahan itu dan kini bernama ISTANBUL:
“(Lalu) Turki tiba di gereja [gereja agung St. Sophia], merajah, membantai dan memperbudak siapapun yg mereka temui. Mereka menghancurkan icon2 gereja, mengambil perhiasan dan apapun yg bisa mereka ambil dari gereja itu …Orang2 Yunani yg melarikan diri ke rumah2 mereka ditangkap sebelum mencapai rumah mereka. Yg lainnya mencapai rumah2 mereka yg sudah dikosongkan dari penghuninya (anak2 dan istri) dan harta benda dan mereka mulai menangis dan meraung sebelum tangan2 mereka juga diikat dibelakang punggung mereka. Ada yg tiba di rumah mereka menemukan anak2 dan istri mereka sedang digiring pergi oleh tentara Turki … Mereka (Turki) membantai tanpa ampun orang2 tua yg sakit atau tidak bisa jalan, baik lelaki maupun perempuan, dirumah2 mereka. bayi2 yg baru lahir dilemparkan ke jalanan … Dan aristokrat2 (Yunani) dan semua pejabat istana yg dijarah Mehmed, mengirim mereka semua ke ‘speculatora’ dan mengeksekusi mereka. Ia memilih istri2 dan anak2 mereka, puteri2 cantik mereka dan pemuda2 berbadan tegap diserahkan kpd para penjaga dan sisa2 tahanan ia serahkan kpd penjaga lainnya … dan seluruh kota berada di tenda2 tentara (Muslim) dan Konstantinopel akhirnya terbaring terlantar, telanjang, bisu tidak memiliki bentuk maupun kecantikan.”
Dan akhirnya, dari sejarawan abad 15, Critobulus of Imbros:
“Lalu pembantaian besar2an terjadi terhdp siapapun yg berada disana: beberapa berada di jalanan, karena mereka sudah meninggalkan rumah2 mereka dan berlarian menuju tempat terjadinya bentrokan saat tanpa mereka sadari, mereka dihantam pedang tentara, tanpa alasan apapun; ada juga yg berani mempertahankan diri; kebanyakan melarikan diri ke gereja2 dan memohon pada Tuhan – lelaki, wanita, anak2 … tentara menyerbu mereka dng kemarahan dan rasa dendam yg luar biasa … kini mereka membunuh utk menyebarkan ketakutan di seluruh kota itu dan meneror serta memperbudak semua lewat pembantaian.”
Pd tgl 29 Mei, 1453, Konstantinopel punah, jatuh ketangan tentara Sultan Mehmet II: “Saatnya tiba siang hari,” tulis John Julius Norwich, “jalan2 merah dgn darah. Rumah2 dijarah, wanita dan anak2 DIPERKOSA atau ditusuk dari lubang dubur mereka dgn tombak panjang, gereja2 diberangus, ikon2 direobek dari bingkai emas mereka, buku2 dirobek dari tutup emas mereka . . . Di gereja St. Saviour di Chora, mosaik2 & fresco2 secara mukjizat selamat, namun ikon paling suci milik Raja, Bunda Perawan Hodegetria, yg dikatakan dilukis sendiri oleh tangan Santo Lukas, sang penulis gospel, dipotong jadi 4 bagian dan dihancurkan. Namun pemandangan yg paling menjijikkan adalah di gereja Holy Wisdom. Saat berlangsungnya upacara doa siang, tentara biadab2 barbar itu mendobrak gerbang perunggu. Mereka yg kurang cantik dan miskin dibunuh ditempat; yg lainnya diikat bersama dan digiring ke kamp2 Turki dan menjadi mangsa tentara yg memperlakukan tawanan mereka sesuka mereka. Sementara para pendeta tetap melangsungkan Misa sebisa mungkin sebelum mereka dibunuh pada altar suci.”
Setelah jatuhnya Konstantinopel, sang Sultan menuntut agar tokoh Yunani Bizantin, Lucas Notaras, menyerahkan PUTERANYA yg berusia 14thn bagi harem Sultan ! Ketika Notaras membangkangi sang Sultan,” tulis Steven Runciman, “sang Sultan memerintahkan agar puteranya dan menantu lelakinya DIPENGGAL ditempat itu juga. Notaras meminta agar keduanya dibunuh dulu sebelum mereka membunuh dirinya, kalau2 adegan kematiannya membuat lemah putera dan menantunya. Setelah keduanya dipenggal, Notaraspun merelakan lehernya kpd sang algojo.” Lelaki berani macam itu tidak akan pernah lagi eksis.
13/10/2011 pada 22:56
wah….anda sukses ditipu “PIHAK KETIGA”…. btw, bukannya mau mencari kambing hitam, tp masa’ anda sama sekali tidak “merasa” ada kehadiran pihak ketiga? anda ini seperti org lg khusuk nonton wayang, gak sadar klo dalangnya satu…. tapi kebenaran ada di pihak islam. cerita anda yg sekian paragraf diatas, cuma secuil saja dari kebohongan yg berabad abad desebarkan demi menghancurkan islam. yup jelas sekali klo motifnya adalah ekonomi serta penguasaan terhadap SDA yg memang banyak terdapat di negara dgn penduduk mayoritas islam. disamping itu ada cita2 politis “new world order” alias tatanan dunia baru, yg sudah tentu masih menyisakan satu batu sandungan terakhir yakni ISLAM. anda tahu, kristen sudah bukan ancaman lagi karena sudah berhasil dijinakkan alias di vaksin. Tapi satu hal yang pasti, segala realitas yg ada di dunia hanyalah sebagian kecil dari islam itu sendiri, karena islam adalah rahmat bagi sekalian alam. islam tidak akan hancur sekalipun seluruh umat
islam di lenyapkan. terbitnya matahari pagi adalah islam, mekarnya bunga, bertiupnya angin, dan segala sesuatu baik dilangit dan bumi adalah islam. tp omong2 sy mau tanya, bagaimana hukum dalam agama kristen tentang harga 1 ekor kambing? itu baru perkara harga kambing, belum yg lainnya. kristen yg sekarang ini bukan agama, itu cuma budaya. anda tahu kan beda antara agama dan budaya? sy orang flores dan lahir besar tinggal di flores, NTT. jadi saran saya, sebaiknya anda masuk islam dan mari kita sama2 perbaiki tatanan dunia ini menjadi baik berdasarkan kehendak tuhan yg diwahyukan dalam islam lewat nabi muhammad saw yg menjadi penyempurna ajaran2 terdahulu termasuk ajaran nabi isa as (yesus). sori saya telat bergabung dlm forum ini. SALAM DAMAI.
19/10/2011 pada 15:12
aku mau masuk islam tapi lu harus jelaskan dulu kenapa orang arab yang negaranya dianggap tanah suci memerkosa wanita muslim dan mengatung, dan menyiksa saudara kita ibu kita yang jadi TKI diarab.dan apa sudah lu lakukan untuk membantu? dengar-dengar besok ibu mu mau jadi TKI diarab, waspada ya, jangan sampai ibumu diperkosa oleh saudara kita diarab